By. Hollis Ashbaugh dan Morton Pincus

We investigate (1) whether the variation in accounting standards across national boundaries relative to International Accounting Standards (IAS) has an impact on the ability of financial analysts to forecast non-US firms’ earnings accurately, and (2) whether analyst forecast accuracy changes after firms adopt IAS. IAS are a set of financial reporting policies that typically require increased disclosure and restrict management’s choice of measurement methods relative to the accounting standards of our sample firms’ countries of domicile. We develop indexes of differences in countries’ accounting disclosure and measurement policies relative to IAS, and document that greater differences in accounting standards relative to IAS are significantly and positively associated with the absolute value of analyst earnings forecast errors. Further, we show that analyst forecast accuracy improves after firms adopt IAS. More specifically, after controlling for changes in the market value of equity, changes in analyst following, and changes in the number of news reports, we find that the convergence in firms’ accounting policies brought about by adopting IAS is positively associated with the reduction in analyst forecast errors.

Artikel lengkap dapat didownload disini -> Domestic Accounting Standars and International Accounting Standards

Ulasan artikel dapat didownload disini -> Ulasan Artikel Domestic Accounting Standarts and IAS

Posted by: Luciana Spica Almilia | June 24, 2007

International Accounting Standards and Accounting Quality

by: Mary Barth, Wayne Landsman dan Mark Lang

We compare characteristics of accounting data for firms that adopt International Accounting Standards (IAS) to a match sample of firms that do not to investigate whether reporting under IAS is associated with predictable differences in accounting quality and cost of capital. After IAS adoption, firms evidance less earnings management, more timely loss recognition, and more value relevance of accounting quality after adoption than before suggesting that IAS adoption is associated with an improvement in accounting quality. While more speculative, our result also provide weak evidance that IAS adoption firms may enjoy lower cost of capital after adoption than non-adoption firms, and a reduction in cost of capital following adoption. Overall, our result suggest an improvement in accounting quality associated with IAS adoption.

Artikel lengkap dapat didownload disini -> IAS and Accounting Quality

Ulasan artikel ini dapat didownload disini -> Ulasan Artikel IAS and Accounting Quality

By: Eli Bartov, Stephen R. Goldberg, Myung-Sun Kim

U.S. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) and International Accounting Standards (IAS) compete for Internastional acceptance as reporting standards for capital markets around the world and in the U.S. Currently, the Securities and Exchange Commission (SEC) is considering the quality and acceptability of IAS, and has issued a Concept Release (SEC 2000), seeking advice on this issue. There is, however, only minimal market based evidance on the comparative quality of these two reporting regimes. In this research, we compare the value relevance of earnings produced under three accounting regimes, German GAAP, U.S. GAAP and IAS, by considering the association of stock returns and reported earnings as a mesure of quality of accounting standards.

Artikel Lengkap dapat didownload disini -> comparative-value-relevance.pdf

Ulasan artikel ini dapat didownload disini -> Ulasan Artikel Comparative Value Relevance

Posted by: Luciana Spica Almilia | May 27, 2007

KARIER VS POSISI

Dengan maraknya tuntutan globalisasi dan kemajuan teknologi, banyak perusahaan menata ulang sistem kerja mereka misalnya melalui perampingan divisi, merger, outsourcing, marak dilakukan demi efisiensi.  Dan posisi yang tinggi dalam suatu organisasi (perusahaan) tidak menjamin anda untuk AMAN dengan adanya perubahan itu lho ….. Bila anda hanya mengandalkan jabatan tinggi yang sudah anda miliki bisa jadi anda akan digantikan oleh pihak ketiga yang mempunyai kemampuan yang lebih …..

Tahun 80-an seorang karyawan dihargai prestasinya karena loyalitasnya yaitu seberapa lama sesorang bekerja dalam perusahaan. Dan jabatan akan naik seiring dengan waktu yang dihabiskan diperusahaan. Prioritas dalam bekerja ini yang disebut sebagai job security -> Jadi, yang harus dilakukan oleh seorang karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, sambil menunggu kenaikan jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan, yang sifatnya vertikat dan berjenjang. Sehingga seorang karyawan harus melalui satu tahap dulu sebelum melanjutkan ketahap berikutnya.

Namun sekarang, ketentuan seperti diatas sudah tidak berlaku mutlak. Prestasi seorang karyawan tidak hanya dinilai dari berapa lama karyawan tersebut bekerja di perusahaan tetapi dilihat dari keahlian dan kemapuan karyawan tersebut. Usia sekarang bukan jadi penghalang seseorang untuk menjadi pemimpin, karena sekarang sudah banyak sekali pemimpin atau boss-boss muda dalam suatu perusahaan.

Dalam kondisi situasi bisnis yang tidak menentu, jika kita hanya mengandalkan pada jabatan bergengsi belum tentu memberikan rasa aman dalam bekerja. Karena jika terjadi suatu masalah dalam perusahaan yang mengakibatkan perusahaan gulung tikar maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Berbeda dengan seorang karyawan yang mempunyai kemampuan dan keahlian yang baik, maka dia tidak perlu ketakutan akan kehilangan pekerjaan meskipun perusahaan akan gulung tikar. Sehingga motif yang harus dikembangkan adalah career security.

Apa bedanya job security dan career security?? Job Security mengutamakan posisi dan jabatan, sedangkan career security mengutamakan pengembangan ketrampilan dan keahlian pribadi. Hal ini penting agar anda bisa meyakinkan diri jika anda akan tetap terus dibutuhkan oleh perusahaan.

Tahapan dalam membangun career security adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi minat, kelebihan, serta motivasi kerja.
  2. Memasarkan kelebihan yang anda miliki, misalnya dengan membagi hasil pelatihan dengan rekan kerja, proaktif mengambil peran penting didalam tim kerja. Dengan begini manajemen akan memperhatikan sepak terjang anda dalam pekerjaan.
  3. Membangun jejaring, karena koneksi luas merupakan lahan untuk menjual kelebihan dan kemampuan yang anda miliki. Berbekal koneksi dan kemampuan interpersonal yang tinggi, nama anda akan selalu diingat lho ……
  4. Tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengasah kemampuan dan ketrampilan diri  …. anda perlu mewaspadai diri anda jika dalam 2 tahun terakhir tidak ada satu pun ilmu atau keahlian baru yang anda pelajari karena anda termasuk karyawan yang enggan untuk mengembangkan diri.
  5. Membuat target-target pribadi dalam pekerjaan, he he he semacam ambisi dalam pekerjaan lah … tapi tentu saja dengan cara yang positif lho …
  6. dan yang terakhir adalah selalu menjaga kualitas kerja dalam setiap pekerjaan yang akan kita laksanakan.

Berikut tips raih career security (sumber femina no. 20):

  • Tingkatkan jejaring anda, baik didalam maupun diluar tempat anda bekerja.
  • Tingkatkan kemampuan seni berkomunikasi dan negosiasi.
  • Ambillah peran aktif dalam setiap proyek kerja yang ditangani.
  • Berpartisipasilah dalam setiap pelatihan dan seminar yang sesuai dengan minat.
  • Berusahalah memberi nilai lebih pada setiap tugas yang diberikan.
  • Usahakan memiliki keahlian di beberapa bidang sekaligus, agar ruang gerak tidak terbatas.

JADI SUDAH BUKAN JAMANNYA LAGI MERAIH JABATAN YANG TINGGI …. YANG PENTING BAGAIMANA MELANGGENGKAN KARIER SEHINGGA SELALU DICARI DAN DIBUTUHKAN …………

Posted by: Luciana Spica Almilia | May 1, 2007

Miss Kedaluarsa …. Capek deh ….

Miss Kedaluarsa …. Hi hi hi jangan disalah artikan dulu saudara-saudara …. Miss Kedaluarsa bukan membahas tentang wanita yang telat menikah (kawin) lho …. Itu nggak perlu dibahas, kayak nggak ada ide lain aja untuk ditulis …. Koq berani-beraninya membahas tentang soal menikah dan belum menikah atau sudah berpasangan atau belum berpasangan …. Itu khan hak semua orang …. Betul khan??!!

Jadi begini, yang dimaksud dengan Miss Kadaluarsa adalah WANITA YANG MENAHAN KEMAJUAN DIRI SENDIRI DAN ENGGAN MENCOBA HAL BARU …… Nah sifat-sifat inilah yang harus dihilangkan ….. tapi herannya sampai kini sifat ini masih dipelihara oleh kebanyakan para wanita. KEDALUARSA bagi wanita bisa dilihat dari dua faktor yaitu Penampilan Luar dan “dalam”

KEDALUARSA PENAMPILAN LUAR. Sebagai wanita, kita sering nggak mau ketinggalan tren mode, ketika koleksi baju dilemari mulai tua … kita heboh untuk mengganti dengan koleksi terbaru yang sesuai tren …. nah wanita sekarang cenderung untuk TIDAK MENJADI KEDALUARSA PENAMPILAN LUAR …. padahal itu bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah TIDAK KEDALUARSA PENAMPILAN “DALAM”

KEDALUARSA PENAMPILAN “DALAM”. Untuk urusan “dalam” wanita sering memelihara semua sikap dan pikiran yang sudah tidak “in” lagi, yang sebenarnya sanggat mengganggu dan merugikan diri sendiri dan sering dibiarkan berkarat sampai akhir jaman. Contoh sifat miss Kedaluarsa:

  • Urusan status, miss Kedaluarsa akan memiliki pikiran bahwa dirinya akan merasa lengkap setelah menikah dan punya anak …. (he he he ini bukan pembelaan diri sendiri lho ya he he he) Kawin dan punya anak bukan suatu syarat menjadi kelengkapan hidup wanita. Kedua hal itu adalah suatu tahapan penting dalam hidup sekaligus tanggungjawab. Yang Mahakuasa yang menentukan dan kita menjalani sesuai garis yang ditetapkan. Apakah wanita yang tak kunjung menikah dan tidak bisa punya anak tidak bisa jadi wanita lengkap??? Saya pribadi tidak setuju atuh …. (ini juga bukan pembelaan diri sendiri lho ya…)
  • Urusan karir, Miss Kedaluarsa adalah wanita yang justru menahan kemajuan sendiri. Enggan mencoba hal yang baru, alasan yang sering dipakai oleh miss Kedaluarsa adalah Khan WANITA, ngapain susah-susah? Nanti juga khan diurus SUAMI. Zaman sekarang pikiran itu justru berbahaya. Wanita harus belajar NGURUS diri sendiri dan keluarganya. Siap maju sendiri ketika badai datang tak terduga.
  • Wanita yang punya kebiasaan memelihara sifat buruk dan ditimpakan pada sesama wanita juga hal buruk lain dari miss Kedaluarsa. Kecenderungan miss Kedaluarsa adalah Wanita yang suka membahas kekurangan wanita lain. Bahkan, ada yang merasa bahwa kegiatan GOSIP itu harus dipelihara.
  • Wanita Kedaluarsa adalah wanita yang ngotot dalam konteks yang salah, misalnya ngotot tetap mengikatkan diri dengan suami yang suka menyiksa, abusive, dengan alasan karena kasihan dengan anak-anak. Justru dengan tetap tinggal dalam perkawinan seperti itu malah menyiksa perkembangan anak-anak.

Kenapa bisa begini? Kenapa wanita terus membiarkan sikap buruk dan pikiran keruh menempel dan berkarat? Semua itu jelas kedaluarsa dan tak pantas dipelihara. Apa yang membuat wanita sulit melepaskan semua itu? Rasa aman? Apa yang salah dari jalan pikiran wanita hingga kedaluarsa?

Mungkin ada masalah dengan masa kecil? Dimasa pertumbuhan? Dimasa gaul? Atau memang dari sononya wanita suka merusak diri sendiri?? (He he he itu pikiran kedaluarsa atuh ….)

Yakinlah bahwa manusia bisa melengkapi diri dengan kemampuan menolak hal buruk. Wanita seperti pria, punya kemampuan untuk jadi lebih baik. Punya kemampuan membuang sikap kedaluarsa. Melepas status sebagai miss Kedaluarsa, pertanyaannya adalah …. Mau tidak?? Toh yong untung diri sendiri, bukan begitu saudara-saudaraku?? SO MISS KEDALUARSA …. CAPEK DEH ….

by: Ann Tarca

Abstract:

This study examines reporting practise of a sample of foreign listed and domestic-only listed companies from the United Kingdom, France, Germany, Japan, Australia to determine the extent to which companies are voluntarily using “international” standards. Two types of use of non national standards in the accounts presented to the public are considered: adoption of “international” standards instead of national standards, and supplementary use where “international” standards are used in conjuction with national standards. “International” standards are defined as US GAAP or IAS. The study tests for a preference for either set of standards and considers the relationship of chioce of regime with firm attributes.

The result show significant voluntary use of “international” standards in all five countries and among foreign listed and domestic-only listed companies. Companies using “international” standards are likely to be larger, have more foreign revenue and to be listed on one or more foreign stock exchange. US GAAP is the predominant choice, but IAS are used by many firms in Germany and some in Japan. Firms listed in the United States’ regulated market (NYSE and NASDAQ) are more likely to choose US GAAP, but companies traded in the OTC market show considerable support for IAS.

The study demonstrate for managers and regulators that there is considerable support for “international” standards, and that choice of IAS or US GAAP relates to specific firm characteristic which differ according to a firm’s country of origin. Most use of “international” standards reflects individual countries’ institutional frameworks, confirming the key of national regulators and standards setters in assisting companies to achieve more comparable international reporting.

Artikel lengkap dapat didownload disini

Artikel ini membahas tentang bagaimana praktek penggunaan standar akuntansi internasional yaitu (IAS dan GAAP US) pada perusahaan-perusahaan yang listing di pasar modal asing dan domestik di lima negara yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Jepang dan Australia. Ulasan lengkap dapat dilihat disini -> Ulasan Artikel

Posted by: Luciana Spica Almilia | April 16, 2007

KOPDAR SURABAYA (Versi Luciana Spica)

Bagi sodara-sodaraku yang sudah membaca ulasan pak Rohmat Sarman tentang Blog Dosen Ekonomi ….. (baca kisah lengkapnya disini -> http://www.rohmat.web.id/?p=50), ternyata masih ada kelanjutannya saudara-saudaraku  …. (by the way thanks to Mr. Rohmat Sarman karena sudah mengulas blog kita he he he)

Ternyata pada tanggal 9 – 13 April, uda Riri berkunjung ke Surabaya (saya tau karena beliau kirim kabar di blog saya sodara-sodara ……).Nah … melalui pesan di Blog saya itu uda Riri tanya2 tentang Surabaya …

Nah pas hari Kamis tepatnya tgl 12 April 2007 saya mendapat pesan via blog saya dari uda Riri …. begini  pesannya ”Dear Luci … iya nih … aku masih penasaran sama rawon setan ini ! … tapi kok malas ya keluar hotel tengah malam gitu … eh, mau temanin aku nggak ke sana … he he he .. yup, aku memang suka2 ganti template blog .. supaya nggak bosan .. terima kasih” ……. Dari pesan beliau ini maka saya memutuskan untuk mengajak jalan2 beliau keesokan harinya … karena kalo hari Kamis, kami selalu ada acara NGEMISAN (ini adalah istilah kami tim EAGER/PHK A3 Jurusan Akuntansi STIE Perbanas Surabaya untuk melakukan koordinasi mingguan) …. Eh ternyata setelah saya telp uda Riri, beliau tidak bisa untuk pergi keesokan harinya karena besok harus balik ke Jakarta sore harinya …. yah sayang …..

Akhirnya … aku bercerita pada mb. Pepie … eh jeng Pepie malah usul “Sekarang aja perginya mb. Luci … abis acara NGEMISAN” … Semangat juga ternyata jeng Pepie ini untuk kopi darat dengan uda Riri, kata jeng Pepie lagi “Abis aku dikirimin bahan kuliah untuk Sistem Informasi Manajemen je mbak” he he he Akhirnya aku telp. lagi uda Riri untuk janjian hari Kamis tgl 12 April dan beliau bisa ….

Dalam perjalanan berangkat menjemput uda Riri … aku berpikir wah ini orang pasti cool banget dan tenang …. dalam perjalanan saya, mb. Pepie dan pak Nanang berdiskusi akan dibawa kemanakah uda Riri … rencananya mau di ajak ketempat wisata LUSI (LUmpur SIdoarjo) …. tapi jauh sodara-sodara …. Akhirnya kita sepakat untuk mengajak uda Riri ke G-Walk …. apaan tuh? Mana ku tehek?

Akhirnya sampai juga kami di hotel Equator ….. “Pak Riri ya?” kata saya menyapa beliau ketika pertama kali bertemu he he he maklumlah agak sopan sedikit khan baru kenal he he he Dan ternyata sodara-sodara, uda Riri ini rame abis … nggak ada cool2nya Dalam perjalanan uda Riri ini nih yang bikin kita ketawa abis lucu juga ternyata beliau ….. dalam perjalanan kita berempat berdiskusi dari yang ilmiah sampai nggak ilmiah he he he …

Nah begitu sampai di jalan ternyata sodara-sodara kita (saya, mb.Pepie dan pak Nanang) sebagai tuan rumah tidak ada yang tau persis dimana G-Walk berada (uda Riri bengong sendiri … iki piye toh wong Suroboyo koq ora ngerti Suroboyo .. ARTINYA Gimana toh ini orang Surabaya koq nggak ngerti Surabaya) …. maklum uda Riri, kita khan dosen jadi sibuk mengajar dan meneliti (Uda Riri berkata “Jaka Sembung Naik Ojek … Nggak nyambung Jek ….) he he he Akhirnya mb. Pepie lah yang sibuk telpon sana-sini untuk mencari tahu keberadaan G-Walk …. maklum uda Riri yang mulai bingung takut nyasar (Tenang uda …. nyasar khan ber-4 …. nggak sendirian koq). Akhirnya nyampai juga kita ke tempat tujuan he he he ….

picture-032.jpg

Diatas itu foto kami …. tapi sayang hasilnya jelek he he he gelap banget ….. Ok sekarang kita kembali ke laptop …… Nah … sampai di G-Walk kami mencari makanan seafood …. dan mau tau sodara-sodara apa yang kita pesen … sup asparagus, cah kangkung seafood, kepiting asam manis, udang mayones, udang telur asun, cumi2 gireng crispy dll …. maklum kita sebagai dosen sudah pada GURU BESAR semua (alias dosen berbadan besar he he he) …….. Sambil makan kita ngobrol sampai yang ilmiah dan nggak ilmiah …. dan ternyata sodara-sodara makanan yang kita pesan abis sudah …. dasar GURU BESAR …. sampai yang jualan bilang “SERING-SERING YA MAS DAN MBAK MAKAN DISINI” he he he

Selesai makan …. sepanjang perjalanan uda Riri minta berhenti disana …. disini ….  biasa beliau ternyata hobby foto-foto (untung foto-fotonya sama kita-kita …. ntar kalo foto-foto sendiri dikira tukang foto keliling lho uda he he he). Sampai di hotel Equator ternyata obrolan masih berlanjut saudara …. dasar semuanya hobby ngobrol …. (kecuali pak Nanang …. yang kayaknya sudah mulai ngantuk he he he) Pukul 22.00 WIB (waktu Indonesia bebas) kita pamitan dengan uda Riri …. ihik …. ihik …. Sayonara … sayonara sampai berjumpa lagi

Nah itu tadi cerita KOPDAR SURABAYA versi saya ….. mau tau cerita KOPDAR SURABAYA versi uda Riri …. he he he klik aja disini http://ririsatria.wordpress.com/2007/04/12/kopdar-di-surabaya/#more-388

Posted by: Luciana Spica Almilia | April 16, 2007

Artikel Investasi dan Pasar Modal Koleksi Budi Frensidy (Bag.1)

Ingin tahu perkembangan investasi dan pasar modal di Indonesia??? Simak artikel-artikel yang ditulis oleh bapak Budi Frensidy (Dosen UI Jakarta), diantaranya adalah:

Semoga bermanfaat …. dan terimakasih untuk bapak Budi Frensidy atas kiriman artikelnya ………………

Posted by: Luciana Spica Almilia | April 14, 2007

Kunci Sehat jika Harus Begadang ……

Nah buat kamu-kamu yang hobby begadang alias ngerjakan tugas atau belajar dimalam hari ….. ada tips agar tubuh tidak rentan terkena penyakit, meski sering begadang ….. simak nih ……

  • Konsumsi suplemen vitamin C atau multivitamin. Tujuannya, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antioksidan, dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
  • Makan cukup sebelum dan pada saat bekerja lembur. Kalau lagi diet nih … sebaiknya dihentikan dulu, sebab kerja ekstra memerlukan tenaga tambahan yang bisa didapat dari nutrisi makanan.
  • Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran, agar asupan serat tercukupi.
  • Minum air putih atau teh sebagai pengganti kopi. Hindari minum susu soda pada saat mengerjakan tugas malam, sebab susu meningkatkan asam amino yang dapat menimbulkan kantuk.
  • Cobalah tidur sebentar sebelum begadang. Istirahat sejenak bisa membuat stamina tetap terjaga.
  • Lakukan olahsaga secara teratur untuk menjaga kebugaran. Tidak harus jenis olahraga tertentu, yang penting bergerak secara aktif, seperti jalan kaki dan naik tangga.

Karena jika kita tidak menjaga kesehatan tubuh jika bekerja malam ….. maka penyakit seperti lever alias Hepatitis A bisa menyerang tubuh kita lho ……. . Hal ini disebabkan, orang yang aktif dimalam hari, fungsi hatinya dipicu untuk bekerja lebih cepat sehingga detoksifikasi tubuh lebih tinggi, akibatnya kondisi tubuh mudah drop.

Posted by: Luciana Spica Almilia | April 14, 2007

Decision Usefulness of Alternative Joint Venture Reporting Methods

Author: Roger C. Graham, Raymond D. King and Cameron K. J. Morrili

Abstract: Depending on the country and circumstances, reporting rules for intercorporate investments may require the cost method, the equity method, proportionate consolidation, or full consolidation, and may yield dramatically different accounting numbers. In the post-Enron environment there is a particular focus on investments for which liabilities remain off balance sheet. We compare the information content of alternative accounting treatments for a sample of Canadian firms reporting joint ventures under proportionate consolidation. We restate their financial statements using the equity method and we compare the information content of the two accounting methods in predicting accounting return on common shareholders’ equity. We find evidence consistent with the view that financial statement prepared under proportionate consolidation provide better predictions of future return on shareholders equity than do financial statements prepare under the equity method. We conclude that, for these firms, proportionate consolidation provides information with greater predictive ability and greater relevance than does the equity method.

Artikel lengkap dapat didownload disini ->  decision-usefulness-of-joint-venture.pdf

Artikel ini membahas tentang prediksi profitabilitas perusahaan dengan membandingan 2 metode pelaporan joint venture yaitu equity method dan proportionate consolidation. Ulasan lengkap artikel ini dapat didownload disini -> decision-usefulness-of-alternative-joint-venture-_ulasan_.pdf

« Newer Posts - Older Posts »

Categories